Sepanjang sejarah kehidupan umat manusia
hubungan sains dan agama tidak selalu harmonis dan beriringan. Banyak orang
menganggap sains dan agama adalah dua kutub saling bertentangan satu dengan
lainnya.
Namun, SMP AHMAD YANI BANGIL justru
menjadikan kekuatan sains dan agama sebagai core atau pusat dalam penguatan
pendidikan akademis dan pendidikan karakter akhlak untuk siswa
mereka. "Pendidikan di sekolah kami, seluruhnya core sains dan
agama. Kita buat semacam balancing. Selama ini orang beranggapan sains dan
agama saling balapan. Kita bisa imbangkan. Agama perlu pengetahuan dan sains
perlu agama,
Integrasi dua hal ini diyakini akan mampu
menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis namun juga
memiliki karakter yang baik sehingga mampu bersaing secara global.
Integrasi akal dan kalbu Salah satu upaya
penguatan dua hal tersebut di sekolah yang telah berdiri selama 50 tahun ini
dilakukan dengan mengintegrasikan penguatan moral dalam setiap pembelajaran
mata pelajaran di kelas. "Penguatannya dilakukan dalam setiap pelajaran
harus ada pesan moral. Jangan sampai anak-anak fokus pada sains tanpa
backgorund atau filter agama.
Anak dijelaskan ada campur tangan Tuhan di
sana dan dalam segala sesuatu di dunia ini sehingga mereka bisa tahu sains
tidak berdiri sendiri, Pola pendidikan holistik dan integrasi ini memadukan
akal dan kalbu. Jangan hanya akal, iman dan kalbu ketinggalan. Tapi juga jangan
pula sebaliknya. Ini yang menyebabkan banyak muncul paham-paham berbahaya.
Tanpa akal dan kalbu sulit untuk beriman.
Dengan menganut sistem pendidikan terpadu tersebut
kami mengembangkan pendidikan karakter di sekolah melalui berbagai macam
program dan kegiatan.;